Sandenila
Sande
Ibunya bernama Sandenila dan anaknya bernama Sunya. Sandenila adalah seorang penari yang sangat menarik sekali parasnya. Namun, sudah lima tahun ia hidup menjanda. Semua itu karena kesalahannya sendiri, tepat pada enam tahun yang lalu Sandenila menikah dengan Ferdi, seorang pria yang sudah mempunyai keluarga.
Beberapa hari sebelum kelahiran Sunya, perselingkuhan mereka diketahui oleh pihak keluarga dari istri Ferdi. Na'asnya, Ferdi dibawa pergi oleh istri pertamanya dan semenjak saat itu Sande tidak pernah bertemu dengan Ferdi.
Sande sangat terpukul dan menyesal dengan semua perbuatannya. Karena cintanya yang buta, kini ia harus hidup sengsara seorang diri. Orang tua Sande sudah tidak mau menganggap Sande sebagai anaknya karena perbuatan Sande yang dianggap mencoreng nama baik keluarga.
Sande depresi kala itu, ia juga tak punya kerabat untuk dimintai pertolongan. Lalu tibalah hari kelahiran Sunya. Sande melahirkan Sunya tanpa bantuan siapapun. Saat itu Sande merasakan perutnya sakit teramat sangat, ia merasa itulah saatnya bayinya akan lahir tanpa seorang ayah.
Air ketubannya pecah, dengan sekuat tenaga yang tersisa dan hati yang tidak lagi punya harapan, lahirlah bayi malang tersebut. Semenjak Sunya lahir, Sande mulai menghapus luka-luka yang hampir membuatnya bunuh diri.
Kelahiran Sunya memberi sedikit harapan pada kehidupan Sande. Sande mulai memperbaiki kehidupannya, ia mulai bekerja kembali untuk memberi makan anaknya. Namun ketiadaan orang lain untuk mengurus Sunya, membuat penghasilan yang Sande dapatkan tidak mencukupi kebutuhannya.
Hingga pada suatu hari, Sande bertemu dengan seseorang yang memberitahunya tentang pesugihan. Lambat laun kehidupan mereka mulai berubah, mereka tak pernah lagi menahan rasa lapar. Bahkan Sande mampu sedikit menuruti keinginan Sunya. Bagi Sande, Sunya adalah segalanya, Sunya lah yang membuatnya kuat untuk bertahan hidup.
Sudah berjalan hari ke 40 Sande berkecimpung dijalan yang salah. Pesugihan menjadi pilihannya, hingga Sande lupa dengan perjanjian yang dilakukannya dengan makhluk halus itu. Sande tidak mematuhi aturan dan pantangan.
Hal tersebut membuat makhluk halus tersebut marah besar. Tanpa sadar, ternyata makhluk jahat tersebut sudah mengintai Sunya untuk menjadi bayaran dengan apa yang telah Sande lakukan.
Ketika Sande pergi kekebun untuk mencari sayur-sayuran, ditinggalkannya Sunya sendiri dirumah. Karena Sande pun tau, anaknya pasti mematuhi apa yang ia perintahkan. Setibanya Sande dirumah, ia mengetok-ngetok pintu dan memanggil-manggil Sunya.
Namun tak sedikitpun terdengat suara dari dalam rumahnya. Lalu dengan sekuat tenaga, ia dobrak pintu rumahnya yang dikunci dari dalam. Ketika Sande melangkahkan kaki kedalam rumah, betapa terkejutnya dia melihat Sunya yang sudah terbaring tanpa nyawa dikamar.
Sunya meninggal dalam keadaan yang mengenaskan. Sande sudah tau itu pasti perbuatan makhluk halus yang marah karena janji yang Sande langgar. Sande menangis sejadi-jadinya, ia marah besar dan akhirnya Sande menjadi gila akibat kejadian itu.
Sande terus menangis dan sesekali tertawa. Siapapun pasti tidak akan berani mendekati Sande, kondisinya tidak terurus, rambutnya panjang dan berantakan. Mayat Sunya yang tak terkubur dan membusuk didalam kamarnya, membuat Sande menjadi menangis dan tertawa sendiri ketika melihatnya.
Hingga pada akhirnya, Sande membunuh dirinya sendiri dengan sisir besi yang ia goreskan keurat nadi ditangannya. Dan dua hari setelah kematian Sande, ada seorang pemilik kebun yang sedang menelusuri sambil mengecek keadaan kebunnya. Namanya Mr.Kemmen, ia curiga ketika melewati sebuah rumah karena tercium bau busuk yang sangat menyengat dari rumah tersebut.
Karena tak berani masuk sendirian, Mr.Kemmen mengumpulkan warga sekitar untuk mencari tau apa yang sebenarnya terjadi. Betapa terkejutnya mereka ketika menemukan dua mayat yang tergeletak didalam sebuah kamar. Melihat keadaan Sande dan Sunya yang sudah membusuk, warga segera menguburkan jasad mereka disamping rumah tersebut.
Dan hingga sekarang, siapapun yang melewati daerah kebun itu terkadang sesekali melihat seorang perempuan berambut panjang dengan sedikit kain jarit yang menutupi tubuhnya. Tubuh petempuan itu dipenuhi borok (bentolan luka kecil yang bernanah) yang baunya sangat anyir dan diyakini oleh warga sekitar bahwa perempuan itu adalah arwah dari Sande, seorang penari yang kutuliskan sedikit cerita singkatnya. Kini, Sande masih dendam dan sangat marah atas apa yang terjadi pada dirinya. Sande masih bertanya-tanya kenapa harus dia yang menerima nasib buruk itu, tentunya hal itu terjadi karena kesalahannya sendiri.
~
#aakubercerita
Komentar
Posting Komentar